21.9.07

"belajar dewasa" dan "menjadi dewasa seutuhnya"


Seperti yang udah sering banget diceritain, di sekitarku lagi banyak orang sidang...

Tapi hari ini lagi gak pengen cerita tentang sidang, tapi tentang apa yang terjadi sesudah sidang. Selama ini, dan sampai hari ini, aku selalu berpikir bahwa sidang dan kelulusan adalah suatu milestone yang melegakan. "Alhamdulillah, akhirnya 4 tahun kuliah, kelar juga...", adalah suatu akhir dari 4 tahun perjuangan. Tapi, seperti layaknya semua akhir, adalah sebuah permulaan juga. Dan untuk milestone yang ini adalah permulaan dari dunia yang benar-benar baru. Dunia yang selama ini hanya diketahui dari cerita dan pengalaman orang-orang sebelumnya, kakak, senior, atau orang tua.

Sindrom pasca sidang yang akhir-akhir ini semakin sering aku temui dari temanku adalah, bingung mau ngapain. Bukannya aku gak mikirin, mikirin kok, cuma gak pernah terpikir kalo "mau ngapain" itu ya segitu besarnya. Milestone yang sangat besar dan keputusan "mau ngapain" itu adalah keputusan yang besar dan untuk menambah kerumitannya, keputusan itu benar-benar diambil sendiri.

Memang sih, di antara kita ada yang sudah terbiasa mengambil keputusan sendiri. Tapi, momen seperti kelulusan sarjana inilah yang emang bener-bener jadi momen pengesahan kedewasaan kita. Simpelnya, dalam waktu 2 jam sidang, status sebelum dan sesudah sidang [dari calon ST jadi ST] bisa disamain dengan status "belajar dewasa" dan "menjadi dewasa seutuhnya". Dengan perubahan status itu, berubah pula banyak hal. Misal, dari yang asalnya hak menjadi wajib, atau sebaliknya.

Yang biasanya terjadi adalah, perubahan perasaan, dari yang biasanya bergantung pada orang tua itu biasa dan merasa itu adalah hak, berubah menjadi perasaan gak enak karena kok masih bergantung sama orang tua. Selain itu, menjadi dewasa bisa juga berarti perubahan dari yang wajib menjadi yang hak. Misal, yang dulunya kita wajib mendengarkan dan mengikuti semua masukan dari orang tua atau orang lain yang lebih tua, menjadi hak kita yang boleh menerima semua masukan tapi tidak perlu mengikuti masukan itu dan boleh mengambil keputusan dengan pertimbangan pribadi.

Sindrom yang lagi banyak terjadi di angkatanku ya gini, mau ngapain ya... Sementara udah gak bisa seenaknya lagi minta ini itu sama orang tua, atau seenaknya lagi menyerahkan semua keputusan sama orang tua, namun kita masih tidak tahu [atau bimbang] bagaimana caranya untuk bersikap dewasa. Huaaaahhh...

Ternyata 2 jam sidang di ruang seminar TI itu kelak tidak hanya akan menentukan lulus atau tidaknya diriku, ST atau tidaknya diriku, mahasiswa atau pengangguran, tapi juga menentukan suatu status baru untukku [dan teman-temanku yang lain] yaitu status menjadi dewasa dan bergabung menjadi manusia dewasa seutuhnya bersama masyarakat dunia lainnya.

Seperti apakah dunia dibalik milestone tersebut? Akan menyenangkan atau malah akan mengerikan, hmmm.. yasudahlah, toh hidup adalah sebuah proses pembelajaran, yang jelas, tantangan akan menunggu kita di sana.. Semoga kita semua menjadi manusia dewasa yang selalu ada di jalan yang lurus dan bisa mempertanggungjawabkan semua keputusan yang kita ambil dan semua sikap yang kita lakukan.. Amiinn..

Selamat sidang teman-teman, good luck, dan pikirkan matang-matang akan menjadi manusia dewasa seperti apakah kalian.. sidang akan jadi milestone yang benar-benar penting dalam hidup kita semua..


P.S. Tulisan didedikasikan khusus buat temen-temen TI 2003 yang lagi sibuk-sibuknya mau sidang, terutama buat Diah dan Eka yang mau sidang minggu depan, dua orang dari geng belajar. Hehehe... Met sidang ya...
P.P.S. Foto diambil oleh Mpri di Sanur, Bali. 5 Agustus 2007.

30 comments:

  1. diah yang disebut monaSeptember 21, 2007 9:26 PM

    ada namaku!mau ga mau aku komentar!hehe..seperti biasa, as always, walaupun br 2 kali, baca blog mona slalu menohok!hehe..exactly right mon..seperti itu lah yg kupikir skarang..
    mau jadi apa?mau apa?mau kmana?puter2 aja d kepala!

    yg jelas malu!apalagi dengan TA yg mengeluarkan banyak biaya ini..bs balas apa aku???hehe..thanks mon..

    ReplyDelete
  2. di balik milestone itu? dunia yang menyenangkan kok mon.. jadi banyak berpikir dari sudut pandang yang baru..

    klo orang bilang dunia kerja itu tempat penerapan teori-teori yang kita dapetin di kuliah, hal ini benar adanya. malahan tak jarang teori-teori itu harus sedikit dicampur dengan kreativitas kita agar dapat menyelesaikan masalah yang ada sekarang.

    kesimpulannya? cepetlah menyusul mon.. bosen kali udah 4 tahun di sekolah gajah duduk itu.. en kayaknya anak2 sekolah gajah duduk yang lain udah ga sabar melihat "gajah"nya yang satu ini lulus hehe...


    Sandi NS, ST (gaya euy =P)

    ReplyDelete
  3. mons...mons...
    sebagian orang bingung mau apa... tapi sebagian lagi mungkin sudah ada pandangan mau apa ke depannya tadi tapi masih bersebarangan dengan keinginan orang tua. mungkin proses pembelajaran ini bukan hanya dialami oleh kita, tapi mungkin seharusnya orang tua juga harus mulai menerima kehadiran anaknya sebagai manusia dewasa. Soalnya banyak juga kasus dimana orang tua yang belum memberikan kebebasan dalam memilih jalan hidup kepada anaknya bahkan walau anak itu udah jadi sarjana, apalagi kita berada di tengah kultur timur dimana pendapat orang tua pantang dilanggar. Nah proses pembelajaran untuk para ortu mungkin lebih sulitdibandingkan yang kita alami, karena semakin tua kan orang makin sulit mengadaptasi pemikiran baru...

    -ibek,CST-

    nb:
    sorry mon, comment gwa kebanyakan curhatnya...
    soalnya lo pas bgt sih nulis blog ini pas gwa lagi mikirin yang gwa tulis diatas...

    ReplyDelete
  4. lagi males bikin tulisan... gw ambil quote dari lagu aja ya mon... hehehe

    Will we think about tomorrow like we think about now?
    Can we survive it out there?
    Can we make it somehow?
    I guess I thought that this would never end
    And suddenly it's like we're women and men
    Will the past be a shadow that will follow us 'round?
    Will these memories fade when I leave this town
    I keep, I keep thinking that it's not goodbye
    Keep on thinking it's a time to fly

    (dari lagu gradution song nya vitamin C, bait terakhir)

    Semua hal itu indah kalo dijalani sesuai waktunya.. gak lulus2 bakal bikin eneg ama kampus, lulus diburu2 juga bikin loe kurang menikmati... anyway it's been a wonderful 4 years right? :) Gonna miss u all... but now it's our time to fly! smangat2 ya mon!! :D :D

    -Debby ST

    ReplyDelete
  5. kalo gw yah mon..
    entah kenapa..
    selalu yakin dengan apa yang gw inginkan dan apa yang akan gw lakukan walaupun gw gak tau dengan jelas apa cara untuk mencapai kesana..

    tapi ironisnya, semakin dekat gw menyandang gelar itu, semakin bingung gw.. semakin banyak keraguan.. udah bener seperti itu kah rencana yang terbaik?

    tapi..
    tentang manusia dewasa...
    itu proses mon..
    terkadang jangan lah berfikir terlalu idealis..
    toh masih ada orang-orang disekitar kita (orangtua terutama) yang akan selalu men support apapun bentuknya..
    seperti ketika lo bayi diajari untuk berjalan sedikit demi sedikit.. mulai dipegang sampe bener-bener dilepas..
    menurut gw, akan ada fase seperti itu lagi mon...
    jadi,, mungkin gak selalu akan langsung menjadi manusia dewasa seutuhnya..

    karna hidup itu proses mon, bukan hasil..


    -Edo W-

    ReplyDelete
  6. Mon.. Gw jadi pengen curhat setelah baca blog lo...
    Dulu gw gak terlalu merencanakan lulus Juli, sedapetnya lah... Tapi hal yang menyemangati gw sampe akhirnya berhasil lulus juli adalah: karena gw udah tau mau ngapain abis lulus, dan itu adalah sesuatu yang menjadi impian gw selama ini.
    Bisa dibilang gw terpaksa menjadi dewasa (atau malah belum?) sebelum waktunya dengan rencana setelah lulus gw itu. Gw belum sempet mikir panjang & dalem tentang kehidupan gw setelah lulus tau2 plung.. nyemplung aja di dunia nyata a.k.a dunia kerja. Apalagi awal2 semuanya berjalan jauh dari harapan gw, yang sempet membuat gw 'si anak gak pernah susah' ini frustasi.
    Tapi setelah gw nyoba mikir make logika, gak perasaan lagi, & sungguh2 menjalani kerjaan gw, gw akhirnya malah bisa menjalani semuanya dengan baik (baik versi gw). Jadi kalo lo tanya: Seperti apakah dunia dibalik milestone tersebut? Hidup adalah sebuah pembelajaran, and the best learning is by doing it, whether you like it or not...
    Dengan nyemplung ke 'dunia nyata'-apapun bentuknya- kita dipaksa (atau dengan senang hati) belajar menjadi manusia dewasa...
    Jadi? cepet nyusul ya monnn :)

    -Astria NS, ST- (gak mau kalah sama sandi, hehe...)

    ReplyDelete
  7. kok gw ga susah banget posting??blogspot suka sentimen ni sama non blogspotters >:(

    tadinya gamau komentar, biasa lah komentar gw kan suka nyampah, ntar blog lo kehilangan maknanya loh :D malah jadi ajang cela2an..hoho.. tapi karena diminta spesial sama yang punya yoweis coba ditanggapi..

    hem, buat gw si proses belajar dewasanya udah dimulai dari mulai kuliah mon..toh selepas sma banyak banget pilihan yang udah kita buat sendiri: nentuin jurusan, mata kuliah pilihan, unit kegiatan, kerja sampingan (hem..mulai dari tianshi-ers dulu sampe tmn2 yg kerja beneran skrg), n masih banyak lagi tergantung siapa orangnya. Jadi buat gw, sidang tu cuma 2 jam akhir dari 35040 jam proses pendewasaan. Istilahnya mah finishing touch, administrasi buat proses cap ijazah aja so ga ada beban..

    mau ngapain abis lulus? nah kan karna proses pendewasaannya udah selese (mungkin berjalan terus sih, tapi anggeplah tahap satunya udah selese), diibaratkan kita udah punya paspor buat kemana aja kita mau. Dan bener banget, semua menjadi sebuah pilihan pribadi, toh beberapa orang teman kita sebulan minimal 7 juta udah di kantong buat modalnya..hehe..yang masih nganggur atopun yang bingung mau ngapain itu juga pilihan lo masing2. Hadapi (dengan benar) semua yang menghalangi. Gunain skill dan network yang udah lo buat selama ini buat senjatanya. The world is yours to conquer now since u're no longer considered a child..respect and be respected

    now is the surviving era of ur life..face it
    pesen gw, enjoy the game :)

    =The Prima=

    ReplyDelete
  8. mona... kok bisa tau siii mon???

    jadi ST sih tetep tantangan hidup, beda fasa aja kali ya. Kalo sebelumnya bebannya : kapan lulus? Pas udah jadi ST bebannya jadi : kerja dimana? Atau mau S2? Dan bla bla lainnya. *yeah-yeah, yang tujuan hidup selanjutnya udah jelas (baca:udah dapet kerja, udah mau nikah, etc) pass this..*

    Yang bener-bener paling kepikiran buat gue ya : duh, I will worry about my life more. Ga bisa bergantung sama orang tua, gak bisa ‘hidup tenang’ tanpa pertanyaan : mau kerja dimana? Atau mau S2? Atau mau nikah aja? *&%^#^&#

    Kadang-kadang takut juga si, kalo orang-orang akan LANGSUNG menuntut dengan standar yang lebih tinggi dari Alusnaria Dahlia, ST dibanding sama Alusnaria Dahlia (aja), padahal gue sendiri nggak ngerasa kalo dengan jadi ST gue akan LANGSUNG jadi lebih baik atau lebih hebat, lebih dewasa, atau apapun..
    yah, jadi dewasa itu kan proses yang ga bisa dijabarin dan ga pernah berhenti karena tantangan di fasa selanjutnya bakal tetep dateng terus..

    Ya gitu deg.. Hehehe,,, sori kalo pake selipan curhat mon… hahaha..


    ~Ria~

    ReplyDelete
  9. Mmhhh klo menurut gw sebaiknya c gak ada toeh yg namanya syndrom pasca sidang, karena menurut gw y seseorang seharusnya udah dapat menentukan jalan hidupnya mo ngapain sebelum memutuskan akan sidang dan siap untuk mendapatkan status sebagai ST, everything should be well prepared (menurut gw y mon :p) y yg penting kan bukan seberapa cepet lo lulus ato malah ikut2an gara2 tmn2 ud banyak yg lulus tp memikirkan lulus pada waktu yg tepat :) ya dalam fase2 ini memang banyak keputusan2 besar yang kita harus ambil sendiri atau ada juga yg terkadang beberapa orang mempunyai ortu yg terkadang "memaksakan pendapat" mereka dengan menentukan jalan qta, y gw c gak mo comment untuk kasus yang kedua karena gw mengalami yg pertama, dan menurut gw itu sesuatu yg menyenangkan dengan memilih jalan hidup sendiri dan sekarang gw telah hidup jauh dari ortu, dan gw merasa bahwa ini saatnya memang setiap detik gw mengambil keputusan sendiri dengan tidak bergantung pada ortu, menurut gw proses pendewasaan diri adalah sesuatu yg menyenangkan :)

    Trz klo tentang berpikir idealis tentang malu klo pake uang ortu lagi, coba dtanya ke ortu masing2 d, kyknya mreka pasti gk keberatan jg kan klo ttp "memberi kita sesuap nasi", lgan gw jg gak ngerasa malu untuk itu, karena gw berpikir asalkan gw memanfaatkan "suntikan dana" dengan baik, akan membuat mereka lebih bahagia daripada kita terlalu idealis dengan tidak memanfaatkan yang ada ini dg baik, ini kembali menurut gw y mon :)

    Pkknya intinya gw pikir proses belajar dewasa merupakan proses yang harus dipikirkan pathwaynya, namun harus mengalir seperti qta mendayung di sungai (apa coba analoginya :p)

    Let's Make This World a Better Place"


    M. Irsan Aditama P, ST

    ReplyDelete
  10. waaah...keren bgt mon..
    kalau gw pribadi juga sebenernya masi rada bingung sih abis sidang (kalo lulus) mau ngapain...tapi yang pastinya gw mau liburan dulu hehehe..

    liburan ini juga maksudnya sambil mikirin, gw mau ngapain yaaaa?????? istilahnya yaa semedi dulu lah hihihi...

    kalau ngomong soal kedewasaan, gw sndiri sbenernya masih bingung sih apa sih "dewasa" itu?? apa dengan tidak bergantung kepada orang tua lagi itu udah bisa disebut dewasa?? menurut gw ngga kayak gitu juga...

    kalau gw pribadi berpendapat "dewasa" itu adalah lebih ke proses bukan ke hasilnya...lebih ke arah gimana cara seseorang menghadapi sesuatu...

    mnurut gw, dunia luar setelah kita mendapatkan identitas "ST" ataupun label "dewasa" adalah dunia yang menarik. Menarik karena menurut gw di dunia luar itu terbuka semua kemungkinan yang bisa kita ambil, dan kita gak akan pernah tau apa yang akan terjadi...ketidakpastian itu kalau kita kreatif, menurut gw bisa menjadi sebuah perjalanan hidup yang tidak membosankan dan mendebarkan hehehehe...jadi mnurut gw kita gak usah ragu2 dalam menapaki dunia di luar ITB kita =)

    ReplyDelete
  11. Hm... bingung mon...
    Apa hubungan dewasa sama lulus?
    Dewasa itu memang apa? Lepas dari orang tua?
    Ortu sih bakal "ngintil terus sampe tua... He..3X
    Zeena sendiri pengen bgt cepet lulus...
    Pertanyaan mau ngapain sebenernya bukan hal susah untuk dijawab...
    Zeena yang tiap week end, kec week end ini ke bandung, ngak pernah kehabisan kerjaan kok...
    Katalog kerjaan ketika pertanyaan "mau ngapain ya?" muncul:
    1. Tidur
    2. Nonton
    3. Makan
    4. Baca
    5. Nge-net
    6. Nulis
    7. Jalan2
    8. Membantu teman yang belum lulus...

    Saya dengan sangat mendukung teman2 melakukan no 8.

    NB: masuk dunia kerja tidak mau dewasa juga bisa... cuma harus lebih diplomatis and lebih rapih...


    Zeena Rimba
    Belum berani taro title CST... masih lama

    Btw, teman2... dufan khan discount 50% selama puasa... ada yang tertarik ke dufan?

    Mon, sorry comment gw sampah bgt...

    ReplyDelete
  12. Mona, terus terang gw gak bisa ngasih 'pesan penyemangat'..soalnya gw sendiri masih merasa 'galau' akan masa depan... gw gak terlalu bersemangat juga.. kenapa ya? gak kayak dulu waktu mau lulus SMA gw seneng-seneng aja.. sekarang mau lulus kuliah malah takut... sepertinya ada masalah 'persepsi' yang harus dibenerin dalam kepala gw... gw masih belum ikhlas pada kenyataan, im getting older... hehehehe pengen jadi anak kecil terus nih ceritanya... well anyway... Mon, kalo lo mau tau sebuah rahasia: Bukan masalah pilihan apa yang mau kita ambil, tapi seberapa baik kita ngejalanin pilihan kita... Tapi gw juga sedang merindukan api itu menyala lagi dalam diri gw..semua antusiasme dan harapan...yang biasnya membakar diriku...sedang kucari lagi... makasih ya mon, maaf banyak curhatnya

    ReplyDelete
  13. hmm...
    menarik juga topiknya hehehe...tentang masa depan dan kedewasaan hehehe...

    cocok siyh buat kita-kita yang berada di penghujung masa kuliah (S1)...

    kalo menurut gw siyh :
    1. Masa lalu tidak bisa dirubah, masa depan bisa direncanakan tapi belum tentu sesuai dengan harapan, karena itu yang penting adalah SAAT INI (PRESENT). Menurut gw siyh JUST DO YOUR VERY BEST AT THE PRESENT, dengan tetap merencanakan masa depan tentunya.. hehehe...dan berdoa...

    Dengan berbuat yang terbaik di masa kini, mudah-mudahan jalan ke masa depan yang lebih baik akan terbuka...

    Gw juga masi belum tahu mo ngapain setelah lulus mon... sekarang gw mo konsentrasi dulu ke sidang sudah menunggu gw lusa hehehe... (duh, mudah2an gak ditanya yang aneh2)

    2. Setiap detik yang kita jalani merupakan waktu yang kita lalui untuk kita bertambah dewasa. Gw yang sekarang pasti udah berbeda dengan gw yang seminggu yang lalu ato malahan dengan gw yang kemarin..begitu juga dengan semua orang... karena adanya pengalaman-pengalaman dan pengetahuan yang diserap setiap detiknya...

    Tergantung setiap orang, mau ato nggak menggunakan pengalaman dan pengetahuannya itu untuk menunjukkan kedewasaannya...

    dan sidang S1 hanya sebagian kecil dari proses pendewasaan diri hehehe... karena pengetahuan & pengalaman yang lebih luas akan menunggu kita di luar kampus...

    JUST DO YOUR BEST &...ENJOY IT... !


    "Our greatest glory is not in never falling, but in always rising everytime we fall"

    -Andri Madian-

    ReplyDelete
  14. 'setiap selesei mengerjakan suatu urusan, kerjakanlah urusan yang lainnya...'

    kalau dijalani, semuanya bakal ringan-ringan aja kok...:)

    btw, selamat anda memenangkan jackpot, klik disini ya hehehe

    ReplyDelete
  15. untuk sahabat lucuku.. mona luthf..

    perasaan seperti.. "mo ngaps yah" etc.. aku juga pernah ngalamin mon.. perasaan2 kaya gitu ternyata menuntut kedewasaan..

    gini.. manusia seneng bgt sama apa yang disebut kelembaman.. inget fisika?? (ciehh.. biar blog kmu ada nuansa ipteknya, hihihi..)
    setiap benda itu cenderung mempertahankan kelembamannya, pengukurannya disebut pengukuran momen inersia benda (I).. kalo aku belajar sih.. manusia juga gitu.. suka sama keadaan yang steady..gak banyak berubah..

    mungkin nanti kita akan sama2 belajar kalo udah sampai di dunia kerja (kebetulan tonk duluan nih mon..) yang namanya perubahan tuh udah itungan detik, macam main sahaammmm!!!

    bagian kita adalah: BERANI ambil keputusan dalam setiap perubahan!

    gimana kita bisa bawa perubahan buat dunia ini kalo kita sendiri gak terbiasa dengan kata BERUBAH?!

    believe it or not.. semakin dewasa nanti semakin banyak perubahan bakal terjadi yang mengharuskan kita membuat pilihan2 yang kadang emang susah ditebak dan diambil keputusannya..

    disitulah, kadang kita ditubntut untuk cepet belajar, gak lagi terus bergantung sama orang lain n belajar buat mandiri..

    monaaaaa!!!.. tulisan yang menyenangkan..

    be the agent of change.. dimanapun Tuhan tempatkan kita untuk ada.. Untuk hidup yang lebih baik, untuk menjadi pribadi yang lebih baik! dan untuk menggapai dunia yang lebih baik juga..
    dan
    untuk terbiasa dengan perubahan serta menuju KEDEWASAAN!!

    ReplyDelete
  16. Monski moo,,gimana sih yang dibilang dewasa? hehehee sbenernya gw masih bingung lho,,

    Gw pribadi pasti akan selalu meminta masukan dari kedua ortu gw,,dan alhamdulillah sejak dulu gw ga pernah dipaksa untuk mengikuti semua saran dari mereka.. it's all my decision to make.. trus kynya ampe ke depannya akan tetap spt itu...tetep minta saran hohoho..

    Sedangkan mengenai milestone sidang dan setelahnya,,jujur gw justruu udah ga sabar ingin segera melewati yang satu itu untuk masuk ke dunia nyata (a.k.a. dunia kerja) walaupun kata banyak orang dunia kuliah itu jauh lebih enak dbanding dunia kerja..tp klo emang udah saatnya ya emang harus dijalanin kan?? ;)

    Yah,,skrg siy cm bisa berdoa diberikan yang terbaik sama Allah SWT,,secara milestone keramat alias sidang tsb belum terlewati hehhehehe...

    Ayo Mon,,segera lah.. 25 Januari kan? I'm waiting 4 that day lho,,klo lo sidang kasitau gw yah!
    A very big hug for u Monskiii... :)

    _QQ Carter_

    ReplyDelete
  17. Selamat pagi Mona Luthfina....
    Gajah Pink ku yang lucu... huahahaha

    Pagi2 online di kantor ada offline mesej dari ibu mona.....

    Yup, setuju sama semuanya, topik yang SANGAT MENARIK =)

    LULUS KAPAN?
    Kalo untuk ngejawab pertanyaan yang ini, aku suka banget kata2 sandi waktu wisuda Juli, "LULUSLAH PADA WAKTU YANG TEPAT!" tapi masalahnya terkadang kita GA TAU kapan si WAKTU YANG TEPAT? hehe..

    Bingung abis LULUS, mau NGAPAIN?
    pertanyaan standar banget untuk semua CST dan ST yang kayanya susah banget ditemuin jawabannya... huahahahaha.....

    Hmmm....
    Mungkin ada orang2 dengan, sebutlah TIPE A, yang sudah berpikir ke depannya mau ngapain, seperti punya GRAND DESIGN kehidupannya akan seperti apa, (mungkin misalnya seperti ican)tapi ada juga orang dengan TIPE B, yang hanya menjalani hidup dan "HMM, GIMANA NANTI", atau "PENGEN INI & ITU" dan akhirnya tidak bisa memilih, atau ada juga yang "GW GA TAU MAU GW APA".

    Intinya setiap orang unik =)

    Memang kita harus berpikir TUJUAN HIDUP kita apa si? karena banyak yang bilang, ga guna kalau kita itu ga punya tujuan hidup.. dan sepertinya itu benar =)
    tapi banyak orang yang sebenernya masi mencari tujuan hidupnya masing-masing. JAWABANnya memang ga akan semudah itu kita dapetin, tapi at least yang bisa kita lakukan adalah MEMBERI DIRI SENDIRI WAKTU BERPIKIR, sebenernya apa si tujuan hidup kita...
    ada yang bisa langsung menemukan jawabannya (ntah tba2 dapet inspirasi, atau nasihat dari orang tua, atau dari manapun) ada juga yang ga nemu2 jawabannya.... Jawaban itu bisa dateng dari mana aj =) dont push ur self too hard, ampe jadi bingung sendiri mu ngapain... untuk orang2 yang belum tau mu ngapain, sebenernya bisa dimulai dengan mencoba berbagai kemungkinan.... misalnyaa.....
    Ada seorang teman, yang sedang mencari kerja dan bingung mau kerja di mana... akhirnya dia mencoba mendaftar setiap bidang satu perusahaan yang yang dia tertarik.... akhirnya seiring dengan proses rekrutmen dia mengenal masing2 bidang tersebut dan mendapat pencerahan apa sebenarnya yang dia pengen....

    itu salah satu contoh simpel, buat orang2 yang sedang bingung..... intinyaaaa.... at least WE DO SOMETHING untuk mencari tau kalau memang belum tau, karena seseorang bilang "LIFE IS TOO SHORT" =)
    atau seperti yang ari bilang... DO UR BEST untuk apa yang kita punya sekarang.... =)

    MILESTONE?
    dunia setelah lulus...
    yup, itu bener banget, sebuah perubahan yang amat besar =)
    banyak teman2ku yang sudah lebih duluan menjalani kehidupan ini berkata.... setiap KEPUTUSAN yang akan kita ambil dalam 3-5 TAHUN ini merupakan keputusan2 yang sangat PENTING, yang akan menentukan akan menjadi seperti apa kita kedepannya... dan memang akan banyak banget keputusan yang harus diambil.... keputusan besar =)dan harus jadi orang yang berani mengambil keputusan. istilahnya "BE BOLD" kalau kata seorang temanku...

    cerita lucunya.. atau bisa dibilang pembenaran, huahuahua :
    "kalau disuruh memilih jalan.. pilihlah jalan yang sulit....karena kalau gagal ga akan malu, tapi kalau berhasil akan lebih menyenangkan" huahahaha

    Balik ke tipe si A, mungkin ada yang berkomentar si tipe A adalah tipe orang yang beruntung.... tapi sebenernya ga juga... gw meyakini kalau setiap orang punya jalannya masing-masing yang harus dijalanin... ad yang emang harus lewat jalan yang salah dulu karena mungkin emang jalan itu satu2nya jalan yang harus dilewatin supaya kita menjadi orang yang lebih DEWASA. Segala sesuatu pasti ada maksudnya dan gw meyakini segala sesuatu yang terjadi buat diri gw itu untuk mendatangkan kebaikan buat diri gw... (intinya menjadikan gw orang yang lebih baik lagi...)

    MATURE vs BETTER PERSON?
    gw ga pernah berusaha untuk menjadi orang yang lebih dewasa... abisan bingung sendiri sama definisi dewasa... tapi akhirnya gw menggantinya dengan MENJADI ORANG YANG LEBIH BAIK LAGI =)

    Semua orang bisa salah mengambil keputusan.... tapi itu bagian dari pembelajaran ko... hehe... banyak mengobrol dengan orang lain yang lebih berpengalaman ternyata sangat membantu lho, jadi punya berbagai sudut pandang yang lebih bijak....

    Gudluck buat semuanya... Smoga kita semua mendapatkan yang terbaik..... =)dan menjadi orang yang lebih baik lagi...

    Monaaaaa.... manfaatkan waktu mu sebaik mungkin ya di masa2 sebelum lulus ini... DO SOMETHING yang bisa membuat mona ga menyesal masih di kampus sampai 25 januari nanti...bahkan mungkin menjadi sangat bersyukur karena masih ad di kampus sampai tanggal itu=)
    Selamat mengerjakan TA=)

    kangen MONA juga =)
    "dasar mona... sms2 pagi2 jam 6, trus aku bales, kamu ga bales lagi"

    ReplyDelete
  18. Dear Mona,
    How about if I tell you this?
    Pertanyaan-pertanyaan yang Mona pikirkan itu BUKAN pertanyaan yang dipikirkan setelah sidang. Idealnya, pertanyaan tersebut HARUS mempunyai jawaban JAUH sebelum sidang itu dimulai. Seenggaknya, dengan semua rencana yang dipikirkan dari awal, gada lagi tuh kata2 "Mau ngapain ya sekarang?"...

    Masalah rencana ini terelasisai atau ga, itu adalah hal lain. Tergantung usaha kita dan tentunya takdir.Tetapi semua pertanyaan yang Mona ungkapkan ga ada ubahnya dengan cita-cita yang Mona inginkan sedari kecil, bukan? Tinggal kenyataannya aja yang akhirnya menyentil kesadaran Mona:)

    Dont worry, it's part of the process!!!
    Gudlak with everything ya Mon.

    Amir Darpi

    ReplyDelete
  19. mona...
    banyak bgt comment nya buat topik yang sekarang ya...

    kalo aku disuruh comment? ga tau jawabannya!!! hehhe. Masalhnya aku sendiri bingung. AKu udah ampir sebulan nerima gelar ST. Trus setelah sibuk2 ngurusin admin wisuda, pulang ke palembang dan berlibur. Tapi baru seminggu disni udah bosen. Jalan2 rasanya se palembang udah diputerin, semua buku udah dibaca, majalah udah abis...sampe2 semua rencana sebelum sidangku udah selesai dilaksanain.

    Aku udah jadi dewasa???
    hahha gak ngaruh antara sidang dan dewasa. Sama sekali gada hubungannya menurutku. AKu masih tetep diatur ortu {yang sebenernya aku gak gitu suka], tapi nolak juga ga bisa. Mungkin pas setelah aku nikah baru semuanya bergantung sama diriku. Baru berasa dewasa beneran. hehehhe [makanya pengen cepet nikah nih,,, do'ain ya,,hehehhe]

    ohya...
    cepet2 lulus ya mon,,,
    25 januari, aku doain!
    biar itu bisa jadi kado spesial dari mona buat aku...

    luph u sis!!! gud lak

    ps: maap ga bisa komen banyak,,,lagi buru2 bgt hehehe

    ReplyDelete
  20. Mmm..hehe si mona mengamati dan berpikir terus hehehe

    kalo gwa mon, sebnernya nga merasa sidang tuh milestone gwa...
    karena sejujurnya gwa ngerasa hambar banget ma sidang gwa..
    gwa ngulang TA gwa di presentasi fakultas ma itb huhuhu
    jadi redundan dan ngerasa nga ada feelnya...
    waktu ngejawab pertanyaan pak darwin pun dah males2an hahahaha

    kalo ditanya milestone untuk mikirin semuanya kembali...rasanya milestone gwa
    adalah waktu gwa gagal di LKTI deh mon...jadi setelah itu, gwa mulai mencari tujuan hidup gwa
    waktu itu gwa ngerasa : percuma gwa dapet juara tertentu tapi kalo nga sesuai ma tujuan hidup rasanya percuma aja..
    hehehe..

    tiap orang emang beda-beda...

    dan gwa setuju banget kata mona tentang perkuliahan sebagai proses pendewasaan diri..emang yang ngebedain perkuliahan ma belajar di sekolah itu karena kita telah dikasih kebebasan membuat pilihan...
    Jadi disadari atau tidak, sebenernya waktu kuliah kita udah memiliki banyak pilihan..tapi memang setelah kuliah, yang awalnya kita dinilai berdasarkan A,B,C,D setelah kerja kita akan dinilai dengan uang yang akan menentukan kapasitas makan, minum, dan liburan kita...setelah kerja, orang tua akan lebih ngasih keleluasaan dibandingkan kuliah...dan setelah kerja, pergaulannya akan lebih variatif mulai dari umur dan SARA...
    Hal-hal ini yang mungkin ngebikin jenjang berikutnya lebih ter-expose ma ketidakpastian...hehehe

    mengenai tujuan hidup..menurut gwa
    sewaktu bikin tujuan hidup..sebaiknya berhubungan dengan nilai-nilai yang kita anut..
    dan menuju ke kebaikan...karena gwa percaya yang namanya kebaikan pasti akan abadi dan akan dimudahkan

    Gwa yakin mona udah tau mau ngapain sejak sekarang, sayang kan kalo baru dipikirin setelah wisuda..tapi asal semua dilalui dengan hati lapang dan semangat insyaALLAH pasti lancar dan diberikan petunjuk ya ngga Mon? (mungkin aja nanti Mona nemuin yang Mona pengenin waktu menunaikan ibadah bulan Desembar nanti hahahah amin amin)

    Ps. Seneng deh denger temen2 TI 03 udah banyak yang lulus hehehe!!! Wisuda Oktober rame banget!!!

    Lolita Moorea

    ReplyDelete
  21. sidang...gerbang menuju dewasa?? hummm g tergantung itu juga kalo kata gw..
    kita dewasa gara2 semua masalah yang ada di hidup kita,,,nah TA salah satunya...
    mungkin gw tipe orang yang g pernah ngerencanain panjaaaannng tentang kehidupan gw
    per step kali yah...abisnya gw suka puyeng sendiri kalo kepanjangan mikir ahahahahaha...
    mending jalanin, tapi tetep ad keinginan ini itu...cuma biar g pusing aja..
    dewasa atau ngga..ya itu tadi...udah nyandang gelar ST juga mungkin g dewasa...
    dan mesti inget...kalo menurut gw..dewasa g musti mandiri..mandiri belum tentu dewasa
    hehehe segini dulu yah mon komen gw..lagi panik sidang ni..sukses buat kita semua

    luv u mon..=)

    ReplyDelete
  22. hehehe

    sebagai orang yang belum sidang dan belum akan sidang dalam waktu dekat, menurutku menjadi dewasa tidaklah hanya diukur dari kapan akan sidang,,
    sidang sarjana menurutku hanyalah salah satu gerbang kehidupan yang membatasi hidup kita dari dunia formal perkuliahan kedunia nyata berikutnya,,
    sidang sarjana hanyalah salah satu gak satu satunya kok
    dulu aku berpikir hanya akan sidang jikalau aku udah punya sesuatu hal yang pasti akan dilakukan setelah gelar kesarjanaan itu kuperoleh,,
    tapi sekarang aku udah punya gambaran kelak mau kemana dan akn berjalan seperti apa,,
    walau gak berani bilang, cuma mungkin tidaklah seperti cita cita banyak teman temanku,,

    tapi yang pasti kedewasaan sebenarnya sudah kita peroleh bukan pas sidang, namun pas kita mutusin mau jadi apa kita kelak,,
    karena kedewasaan bukan diukur dari deretan gelar kesarjanaan ataupun deretan gelar akademis di nama kita,,
    kedewasaan dimulai ketika kita bilang...
    ' Tomorrow i Want to be a better man '

    ReplyDelete
  23. Mon..

    Menurut gue, dewasa itu beda2 untuk tiap orang. Sebenernya gue juga ga bisa mendefinisikan 'dewasa'. Yang jelas, lulus dari kuliah S-1 ini ga ada hubungannya sama kedewasaan seseorang. Kenapa gitu?

    Kalo buat gue pribadi, gue menilai kedewasaan seseorang tuh dari jalan pikirannya. Orang yang dewasa itu udah bisa mikir ke depan. Dia udah tau apa yang bakal dia lakuin di masa depan. Ga terlalu hura-hura lagi kaya waktu kita masih sekolah misalnya. Jadi, gue ga akan nilai kelulusan sebagai 'tambah dewasa'karena itu bukan salah satu kriteria seseorang telah menjadi dewasa kalo menurut gue.

    Lanjut bicara tentang kelulusan sebagai milestone ke tahap selanjutnya. Gue pernah baca entah di mana (kayanya kalo ga Al-Qur'an di hadits rasul deh), kalo kita udah selesai mengerjakan suatu urusan, maka kerjainlah urusan yang laen. Jangan ditunda2. Jadi emang yang bagusnya itu, kita harus udah punya rencana abis lulus mau ngapain dari jauh2 hari sebelumnya. Entah itu mau kerja, lanjut S-2, nikah, dll. Jangan sampe kita bener2 ga ngerti mau ngapain, akhirnya malah nganggur (pengangguran karena blum dapet kerja atau blum mulai kuliah ga termasuk di sini).

    Emang sih ada beberapa orang yang bukan tipe 'hidup terencana' melainkan lebih condong ke 'ikutin arus aja' termasuk gue kayanya. Mungkin kalo emang susah, ada baiknya kalo kita berusaha mencari jalan tengah di antaranya. Jangan terlalu condong ke salah satunya karena hal itu bisa bikin hidup kita jadi kacau (kalo menurut gue gitu). Pilih2lah mana hal yang bisa direncanain ke depan dan mana yang bisa dibiarin ngalir. Tapi kalo pada nantinya hasilnya belum sesuai sama apa yang diharapkan, jangan kecewa juga. Toh itu bisa banget dijadiin sebuah pembelajaran buat masa depan kita sendiri.

    Kalo tentang hak dan kewajiban berhubungan sama orang tua, mungkin emang ada beberapa hal yang bakal berubah setelah kita lulus. Di antaranya kaya yang lo bilang mon. Tapi sekali lagi kalo menurut gue, sebenernya ini ga ada hubungannya sama kelulusan tapi lebih ke kedewasaan seseorang. perubahan kewajiban terhadap orang tua menjadi hak akan terjadi kalo orang tua kita udah menilai kita dewasa dan mampu ngejalanin hidup sendiri. Yang gue maksud sendiri di sini misalnya udah mampu ngebiayain hidupnya sendiri. Kalo emang blum mampu walaupun udah dewasa, orang tua biasanya masih akan membantu hidup anaknya sampai anaknya dirasa mampu berdiri sendiri meskipun mungkin si anak keberatan karena ada perasaan ga enak selalu tergantung ama orang tua.

    Yah ini cuma sekedar pendapat gue aja. Buat semua anak2 TI'03, baik yang udah lulus maupun blum, kalian sebaiknya emang harus ngingetin diri kalian sendiri untuk bisa ngerencanain hidup kalian sendiri ke depannya bakal gimana. Dan yang harus diinget juga, klo kalian jatuh ke bawah, jangan samain diri kalian dengan sebongkah batu yang pada akhirnya ga akan mental lagi ke atas (bangkit dari kejatuhan).

    Udah ah kebanyakan ngemeng niy. Ntar pada bosen ama gue, heheh..

    -Aliya Paramitha-

    ReplyDelete
  24. Hmm,,,,milestone sesudah sidang??

    Apa yang mona tulis bener kok Mon,,,

    Memang benar ada arti besar tersembunyi di balik segala keriaan "Ya, aku sudah lulus dan bukan mahasiswa lagi". Pertukaran antara hak dan kewajiban,,,

    Saat Nelly pernah bercanda pas di hari kelulusan (ini bener2 pas ya Mon a.k.a belum kerja).

    Aku tanya ke Mama: "Mah, aku masih ditransfer uang bulanan nggak?"

    Jawaban mamaku so simple: "Asal nggak malu aja" (Hohoho,,, yup that’s totally her statement,,, Yuhuuuu gimana nggak ngerasa tertampar bolak/ik kalo masih minta transferan bulanan???)

    Saat itu yang aku pikirkan bukan lagi "Hwaa,,lega,,finally lulus,,atau duh banyak revisi", lebih dari itu... "What's my next step after this?"

    Ketimbang "belajar dewasa" dan "menjadi dewasa seutuhnya",,, Aku pilih istilah "belajar mandiri seutuhnya".

    !!Being an independent person!!

    Independent di sini bukan hanya sekedar, nggak manja selama ini apa-apa minta tolong orang lain, mau pergi kesini/sana harus ada temen, minta antar-jemput seseorang

    Independent adalah benar-benar belajar menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Setiap satu langkah yang kita ambil akan menentukan langkah kita selanjutnya. Semua keputusan benar-benar ada di tangan kita. Well seperti yang Mona bilang kalau beberapa orang terbiasa mengambil keputusan sendiri. Ya… Itu betul tapi akan tetap ada perbedaan… Untuk yang telah biasa mengambil keputusan sendiri, bisa dibilang transisinya tentunya akan lebih mudah. Tapi Mon, tetap mengambil keputusan di sini sebagai ex-Mahasiswa berbeda.

    Sebelum lulus --> Keputusan adalah memilih mana yang lebih baik; tapi dari mana punya kemampuan/kekuatan untuk memilih pasti masih ditentukan/dipengaruhi orang lain.

    Setelah lulus --> Keputusan benar-benar ada di tangan kita. Bahkan orangtua pun hanya akan menjalankan perannya sebagai supportive partner; hanya mendukung setiap pilihan yang kita ambil dan mengingatkan jika kita sepertinya mulai keluar jalur. Aku suka pakai andai-andai ini deh. Bayangkan ada jalan raya, kita menyetir sebuah mobil. Bayangkan orang tua kita dalam wujud yang lebih besar, mengamati kendaraan kita menyusuri jalan,,,memberikan tangannya untuk ngejaga supaya kita nggak keluar jalur. Tapi tetap yang akan menentukan mobil itu keluar jalur/tidak adalah kita.

    Aku pernah denger di radio..

    Being an independent person also means that you have to pay your own bills. Cause with paying your own bills, you will be fully in charge with your life.

    Tapi menurutku itu semua berbalik lagi Mon:
    Gimana orangnya, punya kesadaran nggak ke arah situ? Atau hanya bangga dengan status sudah lulus dari TI ITB. Boleh aja sih berpendapat: “pengen seneng-seneng dulu akhirnya lepas juga beban TA”. Tapi harusnya pemikiran “saya sudah lulus sehingga saya harus melakukan sesuatu” harus tetap ada (WAJIB)!!!
    Gimana lingkungan sekitar orang itu. Kalau kita udah mati-matian ingin mandiri seutuhnya, tapi lingkungan kita tidak pernah bisa membiarkan itu terjadi alias selalu diarahkan orang lain. Yaa,,, nggak gitu kerasa juga bedanya Mon kalau udah lulus.

    - Nelly Nurmalasari

    ReplyDelete
  25. cuma bisa ngangguk ngangguk kagum baca tulisan mona kali ini..dan komentar komentar dari teman temannya
    =)

    ReplyDelete
  26. wah komennya banyak!!! aku iriiii....

    eh eh mon, milestone itu sebenernya apa yaa?? hehe...

    kalo dipikir2 emang iya, jadi bingung ya kalo dah lulus trus mau ngapain? kalo kata nyokap gue makanya jangan cepet2 lulus, ntar jadi pengangguran. hehe.

    ReplyDelete
  27. Monskii...

    Sorry gw baru bisa bales skarang.. Kmaren2 gw bener2 gak tau mo bilang apa...

    Mungkin karna gw blom mo sidang dalam waktu deket jadi blom bisa menterjemahkan secara LENGKAP apa yang lo jabarin di blog lo itu.... hehe

    However, I know one thing for sure, I do agree with everybody who will say that being mature is a continunous process.. It cannot be measured just by looking at some "simple" milestone such as "sidang" or "wisuda"... or even PAYING YOUR OWN BILL FOR ANYTHING YOU NEED... No! I don't think I agree with that...
    I've seen some people arround me whose age are much older than I am. They've graduated, they made their own money, they could afford their own house and daily needs, and they even already have gotten married and raise children...!!!

    Are they the one whom we call mature?

    No.. I don't think so...

    Why?? that's quite obvious, because one single discrete parameter won't be able to answer one divine question such as being mature completely or MENJADI DEWASA SEUTUHNYA...

    Those person that I knew have been divorced because they are not mature enough to live with only one spouse (husband/wife), they CHEATED... they lost their job because they never knew what they really want, they are being GREEDY...
    At the end, once again they became dependent to their parents.... They beg for help to their parents..

    Actually that's one extreme example I will say...But it could represent the reason why we couldn't say that we are mature enough even though we could pay our own bill and go or do anything we want..

    Kalo buat diri gw sendiri,ampe kapanpun gw masih berada dalam koridor jalan hidup gw untuk menjadi lebih baik lagi...

    Gw mungkin akan iri melihat temen2 gw bisa kumpul2 kapan aja pas hari2 kerja, maen bola tiap minggu tanpa ada beban yang ditanggung setelahnya, makan malem bareng, kumpul2 tanpa mikir yang aneh2...

    But, that is not the issue for me... (at least for now)

    Like coach carter said:
    "Part of growing up is making a decision and living with the consquences..." which means..
    I've made my choice, so I should live by it..

    Udah kerja aja gw masi ngerasa blom tlalu dewasa karna masi blom pinter bagi waktu antara maen, kerja, dan ngerjain TA...
    Tapi dengan me-refer pada pernyataan gw bahwa gw yakin menjadi dewasa itu sesuatu yang kontinu, maka ketika gw berhasil lulus Maret nanti (tanpa tertunda lagi), gw yakin gw sudah naik satu tahap lagi dalam kurva kedewasaan, hehehe...
    Karna gw berhasil mangatasi godaan2 di dunia gw yang baru (tapi lama) ini, ahahaha..

    So, sebagai penutup dari cerpen ini, hehehe...

    Kesimpulan yang bisa diambil adalah...
    Lo menjadi dewasa ketika lo MEMILIH...
    Ketika elo MEMBUAT KEPUTUSAN...
    dan ketika elo MENJALANI KEPUTUSAN TERSEBUT SEBAIK2NYA...
    (Sambil mengharap ridho-Nya tentunya, hehehe)

    Gitu mon mnurut gw =)

    ReplyDelete
  28. Mona..

    Meskipun dah lulus aku tidak merasa udah dewasa tuh... Tapi emang ngerasa makin gak enak minta duit ke ortu lagi, rasanya pingin banget gantian aku yg traktir2 mama papa,tentunya dg duit sendiri bukan sisa jatah bulanan yg diirit2.. Perubahan lain, aku ngerasa bgt ortu makin ngasih kebebasan untuk setiap keputusan yang aku ambil. Tapi yang paling aku pinginin keputusan2 itu bisa ngebahagiain hati mereka. Oya.. perubahan lainnya, aku semakin menghargai kebersamaanku dg keluarga, krn setiap saat aku bisa aja tinggal jauh dari mereka ya untuk kerja atau kuliah lagi, maklum anak rumahan yg gak pernah tinggal jauh dr keluarga..hehe..

    Mikirin tujuan hidup tuh berat yah... Apa sih yang aku inginkan di dunia, secara aku yakin bgt manusia tuh gak akan pernah puas dg segala macam pencapaian. Mau jd mandiri bisa bebas dari orangtua, mo kerja di perusahaan impian, mo berkarier setinggi-tingginya, dah gtu mo mendapatkan pasangan hidup yg perfect, mau berkeluarga, punya anak dsb..dsb..dsb...dah gitu setelah semuanya tercapai kita mau apa lagi?? Aku sih ga mau bgt setelah kita ada di puncak, kita baru nyadar, hampir seluruh hidup kita digunain cuma untuk mengejar kesia-siaan.

    Kalo aku sih, tujuan hidup ga sebatas untuk kehidupan kita di dunia, kita semua tahu kan, ada kehidupan lain setelah itu. Untuk sekarang dan kedepan aku pingin hidupku bisa memberi makna untuk orang lain dimanapun aku ditempatin. Dalam beberapa tahun mendatang aku ingin mencapai beberapa target yang udah kususun (amin...) tentunya kalo Yg Diatas mengkehendaki =>..

    Gitu mon..sharingku tentang proses pendewasaan ini..

    Met ngerjain TA yah monaku, si anak yang pandai mengungkapkan pikiran lewat kata2..

    ReplyDelete
  29. hihi,mon..

    akhirny ad waktu yg tepat jg bwat ngomentarin blog-ny mona stlah sekian lama dminta..hehe..

    jujur,ksenangan stlh sidangku selesai benar2 gak btahan lama kok mon..hehe..

    malemny ak malah ud mule paranoid dan ngrasa ada beban sberat karung beras yg 25kiloan d pundak..hwaa..

    ak takut,.

    knapa takut?

    soalny keinget pmikiranku d akhir2 smester 8 yg lalu..keinget klo saat ini sudah lewat (sidang maksudny) brarti kewajiban kedua orgtuaku sudah bisa dibilang slesai, dan brarti jg dmulailah saatny ak mjalankan kwajibanku sbg seorg anak..
    ak takut ak gabisa mjalankanny dg baik, ak takut malahan masi bergantung sm mreka, ak takut mengecewakan mreka..huuu...

    ak tau mreka ga akan nuntut apapun sm ak sh..cuma tetep aj,ak ngrasa harus bgt2 bales budi mreka, at least mule dg ngbayar smua pngorbanan mreka dlm hal biaya pndidikan ak slama ini..hwaa,ditotal2 brapa y?

    hal2 yg kyk gtu itu mganggu ak bgt slama pnyusunan tugas akhirku,makany TA blum beres jg ak cuek aj,tetep klimpungan ngapply kerja sana-sini..(walaupun mpe skrg blum dapet2..hehe) slain itu jg,makany ak gak lulus july dh,.halah2..bcanda ko..hehe..

    mnurutku dlm hal pendewasaan diri,pikiran2 spt di atas itu ud mrupakan proses pndewasaan diri sh mon..dmana kita ga cm mikirin diri kita sndiri aj,tapi mule mikirin org2 yg kita sayangin..dmana kita ngrasa btanggung jawab lebih ketika kita ud dsekolahin dr kecil..dmana kita mule kuatir akan masa depan kita..

    bahkan ketika pikiran "kita mu ngapain yah abis ini?" muncul pun, itu ud suatu proses pdewasaan diri mnurut ak..proses dmana pkiran kita mulai bkembang & mnuntut kita untuk mpersiapkan steps ahead untuk kbaikan diri kita sndiri & org2 yg kita sayangin..dunia & akhirat..

    yah,tapi simpelny,whether u're ready or not,life keeps on rolling..ure maturity will be seen in how u're taking control of ure life..so,pick ure mountain!!

    then,it all depends on how far u want to climb up ure mountain..
    the view from its top surely will be better than from its hill..

    well, will u climb up just for the hill or climb up for the top of your mountain? =)

    -M Edward FM

    ReplyDelete
  30. eka yg disebut juga sama monaOctober 03, 2007 10:35 AM

    mon mon,,akhirnya gw komen juga. tapi ini akan sangat panjang, jadi sebaiknya mona tarik napas dulu sebelum baca, huehe..

    let's start!!

    Tentang apa yg terjadi setelah sidang?
    Muncul perasaan lega yg luar biasa. But after 6 hours, euphoria itu hilang tiba2, digantikan oleh pikiran2 tng revisi, tng ngurus ini itu buat wisuda,hehe..Jadi perasaan hepi itu cuma bertahan selama 6 jam ternyata..

    Tentang sindrom pasca sidang "bingung mo ngapain??"
    Alhamdulillah banget, eka termasuk orang yang dikasi kesempatan sama Allah untuk tidak merasakan sindrom itu mon. Secara di depan mata udah ada dunia baru yang harus eka masukin, meskipun rasanya masih sangat malas. Pengennya santai-santai dulu setelah hectic bikin TA, tapi apa mau dikata, keputusan sudah diambil, yg harus eka lakuin skarang adalah menjalani keputusan itu sebaik mungkin. Part of growing up is making our own decision and living with the consequences, right??

    Tentang ketergantungan ama ortu:
    Gw masi mengandalkan hal itu sampai saat2 terakhir menjelang deadline, hehe.. Mulai dari minta nter bokap buat nyari fotokopian 24 jam pas tengah malem ampe minta disuapin sama mamah pas makan sahur gara2 gw masi sibuk ngetik draft, huehe.. Tapi hal2 ini lah yg bikin gw makin sayang sama ortu gw. Dan terus terang, motivasi terbesar gw buat menyelesaikan TA adalah mereka. Gw pengen cepet2 mandiri dan ngebahagiain mereka, makanya gw pengen cepet lulus & mulei kerja..

    Soal seperti apakah dunia dibalik milestone lulus kuliah itu:
    I don't know!! Tapi justru itu yg bikin hidup jadi lebih menarik. ga seru kan klo qta tau smua hal yang akan terjadi di langkah selanjutnya yg akan kita ambil. Just hope that everything's gonna be OK..

    Gimana mon? cukup komentarnya? huehe..selamat mengambil langkah itu ya mon.smoga sukses!! ^o^
    Wish me goodluck dalam menjalani "dunia baru" itu ya..

    ReplyDelete