30.4.06

Bercerita tentang...

Life is one kind of journey..

A journey that has a lot of milestones put in it..
Sometimes u get inpiration from the milestone, sometimes u have to back to ground zero on ur way to the heaven..

Hidup itu perjuangan..
dalam setiap tahapnya akan selalu ada saat dimana kita berkata kepada diri sendiri, 'Aku tak bisa lagi, sampai di sini saja..'

Tapi kadang, hidup tak memberikan pilihan untuk menyerah. Atau hati kita sendiri yang masih tetap mempertahankan perjuangan, seberat apapun..

Hidup untukku adalah perjuangan pribadi, tak ada orang lain yang menetap di perjuangan kita..memang akan selalu ada orang-orang yang lewat, kadang lama menetapnya, kadang pula hanya sebagai cameo dalam perjuangan itu..

Sama seperti, 'I'm the actress in leading role in my life and the others are just the supporting my act'.

To act..

Tanpa disadari, hidup selalu dilakukan dengan cara 'menjadi orang lain'.
'Pretending to be someone else' is a popular way to run ur life..
Selalu seperti itu, waktu kecil, kita ingin menjadi seperti orang tua kita, agak besar dikit, pengen jadi kayak guru kita, pas remaja, pengen jadi bintang film di TV, mahasiswa pengen jadi orang sukses kayak si fulan atau si fulanah, dewasa dikit, pengen jadi kayak anak kecil lagi, sudah tua bahkan berakting kayak anak kecil..dan seterusnya..

Be urself..

HAH!!! Jadilah dirimu sendiri, sebenernya kalimat ini agak rancu juga. Karena selama ini hidup kita didedikasikan untuk menjadi orang lain, lalu, bagaimana caranya untuk jadi diri sendiri? Entahlah..

Seperti yang sering kutulis, hidup intinya adalah perjuangan untuk mencari kebenaran. Setiap manusia akan punya batas yang berbeda antara kebenaran dan kesalahan. Lalu, pertanyaannya, mana yang benar-benar kebenaran dan mana yang benar-benar kesalahan. Apakah sesuatu yang kita anggap salah adalah sebenarnya benar, atau selama ini kita menganggap benar suatu kesalahan? Arrrggghh...

Kebenaran itu hanya milik Allah, jadi, seperti apa kebenaran menurut Allah?
Apakah membakar properti orang lain karena merasa orang itu korupsi adalah benar? Membakar hidup2 maling ayam dan menganggap apa yang dilakukannya adalah benar?

Ngomongin tentang maling ayam..
Sebenernya, apa bedanya antara maling ayam dengan orang yang membakar hidup2 maling ayam? Bukannya sama aja ya? Sama-sama maling, yang satu maling ayam, yang satu lagi maling hak orang untuk membela diri dan dihukum SESUAI dengan kesalahannya. Bukannya di hukum Islam pun (if i'm not mistaken), kalau maling dihukum dengan dipotong tangannya ya, bukan dengan dibakar...terus, datang darimana pikiran kalau 'menghakimi maling ayam adalah dengan membakarnya'? It doesn't make sense to me..kalau udah soal menghakimi orang, batas-batas kebenaran menjadi bias. Yaaa... itu tadi, apa yang si maling bilang benar belum tentu benar di mata si pembakar maling dan apa yang di mata si pembakar maling benar, belum tentu benar juga di mataku..untuk soal bakar maling sih, jelas-jelas pendapat antara si pembakar maling dan diriku sudah tentu pasti akan sangat berbeda. Hehehe..
Apa enaknya bakar orang? Mendingan bakar jagung atau barbeque.. Pusing!

Hmm..Tentang kebenaran itu sendiri, ada suatu saat di mana kita tahu kebenaran menurut Allah itu seperti apa. Menurutku saat itu adalah saat kita lahir dan saat kita disidang nantinya di akhirat sana..Aku masih belum tahu ttg saat pas persidangan nanti, tapi, one thing for sure adalah saat kita lahir, hati nurani ini masih putih belum tercoret oleh crayon-crayon hitam atau berwarna-warni. Saat itulah dimana kita masih blm bisa apa-apa..

Ini kelebihan orang yang kebetulan dikaruniai Allah tidak bisa mendengar atau tidak bisa melihat atau tidak bisa berbicara. Mereka disayang Allah karena Allah menjaga mereka dari dosa-dosa yang biasa dilakukan oleh panca indera kita. Setidaknya, hati mereka masih lebih bersih dibanding hati kita..i guess..

Kembali ke perjuangan dalam hidup..
Itu dia, kita selalu berjuang dalam bentuk apapun untuk tetap hidup tapi lupa dengan esensi untuk apa kita hidup. Mungkin hal ini yang bikin banyak orang yang terperangkap dalam hidupnya sendiri. Bahkan kadang tidak sadar kalau dirinya dibelenggu oleh hidupnya sendiri..tanyakan saja pada orang-orang yang sudah sangat merasa nyaman dalam hidupnya dan merasa tak ada lagi yang perlu diperjuangkan..

Mungkin seharusnya aku menanyakan lagi pada diriku sendiri..

Itu juga kalau aku masih percaya pada hati nurani, yang kayaknya pun sudah tidak putih lagi. Batas kebenaran yang diberikan Allah pun sudah bergeser di hati ini..Ada gak sih deterjen yang bisa memutihkan kembali hati nurani yang udah kusam ini? Seperti di iklan-iklan deterjen yang menjanjikan kemeja putih butek, kinclong lagi kayak baru beli..

Hwuaaahhh....

Hmm...kalo dibaca ulang tulisan ini, pertamanya mau ngomongin tentang perjuangan hidup, kok akhirnya jadi nyari deterjen hati..hehehe...jadinya malah nyerocos gak jelas..
Yah, mengalir sajalah..apa yang ada di otak dikeluarkan sebelum tenggelam lagi dalam sel-sel kelabu (istilahnya Hercule Poirot, tokoh ciptaan Agatha Christie)..

Happy journey..
journeys in ur life..
journey of ur life..
i guess..
sampai datang maut menjemput..

Hehehe..

-mona

1 comment: